UNIVERSITAS TERBUKA HADIR UNTUK FLORES, SALURKAN BANTUAN BAGI MAHASISWA DAN MASYARAKAT TERDAMPAK GEMPA

Kupang,(2/10/2026)  Universitas Terbuka (UT) menunjukkan kepedulian dan solidaritas kepada mahasiswa serta masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi mahasiswa dan masyarakat yang mengalami dampak bencana, Universitas Terbuka menyalurkan bantuan dengan total nilai sebesar Rp190.315.147,00. Bantuan tersebut disalurkan kepada 229 mahasiswa Universitas Terbuka dan 400 warga masyarakat yang terdampak bencana. Penyaluran bantuan mencakup sejumlah wilayah di Flores, yaitu Kecamatan Reo, Kecamatan Lamba Ledo, Kecamatan Aesesa, dan Kecamatan Palue. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban mahasiswa dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Untuk masyarakat terdampak, bantuan disalurkan ke empat kecamatan dengan alokasi masing-masing sebesar Rp20.000.000,00. Distribusi tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak di wilayah masing-masing dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Sementara itu, mahasiswa Universitas Terbuka yang terdampak bencana juga mendapatkan perhatian khusus. Sebanyak 223 mahasiswa UT menerima bantuan dengan besaran Rp483.264,00 per mahasiswa, dan 6 mahasiswa memperoleh bantuan dana sebesar Rp 424,545,00. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung keberlanjutan aktivitas akademik di tengah kondisi pascabencana. Direktur UT Kupang, Dr. Albert Gamot Malau, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Universitas Terbuka terhadap mahasiswa dan masyarakat yang terdampak bencana. “Universitas Terbuka hadir bersama mahasiswa dan masyarakat Flores yang terdampak bencana. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas kami kepada mereka yang sedang menghadapi situasi sulit. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para penerima dan memberikan semangat untuk bangkit serta melanjutkan aktivitas, termasuk proses pendidikan,” ujarnya. Sebagai perguruan tinggi yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka memiliki mahasiswa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk wilayah yang memiliki karakteristik geografis dan risiko bencana yang beragam. Kondisi tersebut mendorong UT untuk terus memastikan bahwa mahasiswa tetap memperoleh dukungan dan layanan pendidikan meskipun menghadapi situasi darurat. Bagi mahasiswa yang terdampak bencana, keberlanjutan pendidikan menjadi salah satu perhatian utama. Gangguan terhadap tempat tinggal, kondisi ekonomi keluarga, akses transportasi, maupun fasilitas komunikasi dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan UT diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendukung mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Penyaluran bantuan kepada masyarakat dan mahasiswa juga menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Universitas Terbuka terus mendorong sivitas akademika untuk membangun solidaritas dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat akibat bencana. Dengan total bantuan sebesar Rp190.315.147,00, yang menjangkau 229 mahasiswa dan 400 warga, Universitas Terbuka berharap bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para penerima di Kecamatan Reo, Kecamatan Lamba Ledo, Kecamatan Aesesa, dan Kecamatan Palue. Lebih dari sekadar bantuan material, kehadiran Universitas Terbuka di tengah masyarakat terdampak merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi untuk terus memberikan manfaat melalui pendidikan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat. UT berharap mahasiswa dan masyarakat Flores dapat segera pulih, bangkit, dan kembali menjalankan aktivitas secara normal. Melalui kepedulian tersebut, Universitas Terbuka menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama mahasiswa dan masyarakat, termasuk ketika menghadapi situasi kebencanaan. Semangat solidaritas, gotong royong, dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat serta keberlanjutan pendidikan mahasiswa di wilayah terdampak.