KUPANG, 23 Agustus 2026 — Universitas Terbuka (UT) Kupang tetap memastikan layanan pembekalan bagi mahasiswa baru berjalan di tengah kondisi bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur. Pelaksanaan Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) 2026/2027 Ganjil (2026.2) bagi mahasiswa Kabupaten Alor yang semula direncanakan secara luring dialihkan menjadi daring melalui Microsoft Teams pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Pengalihan metode pelaksanaan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi dan situasi akibat bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Meskipun berlangsung secara daring, UT Kupang tetap berupaya memastikan mahasiswa baru memperoleh pembekalan yang diperlukan untuk memulai proses pendidikan di UT.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–17.00 WITA melalui tautan sl.ut.ac.id/LPKBJJ-tahap-2 tersebut diikuti oleh 33 mahasiswa dari 55 mahasiswa baru yang diundang, atau mencapai tingkat kehadiran sebesar 60 persen.

LPKBJJ merupakan layanan pendukung yang dirancang UT untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri menjalani sistem Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ). Kegiatan ini dikemas dalam empat bentuk layanan, yakni Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB), Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ), Workshop Tugas (WT), dan Klinik Ujian (KU).

Dalam sesi OSMB dan Klinik Ujian, mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai sistem pendidikan tinggi di Indonesia, sistem pembelajaran jarak jauh UT, registrasi, bahan ajar, tutorial, praktik dan praktikum, serta mekanisme ujian. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan kemahasiswaan, termasuk beasiswa, PELURU, prestasi, organisasi mahasiswa, dan kegiatan Disporseni.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan berbagai layanan digital UT, termasuk UT Online, MyUT, dan SiaLayar. Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai bentuk dan karakteristik tes atau ujian, strategi menghadapi ujian, serta mekanisme pelaksanaan ujian online.

Pada sesi PKBJJ dan Workshop Tugas, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti sejumlah praktik. Di antaranya praktik menyusun rencana belajar, membaca dan merekam hasil bacaan, mengikuti tutorial online, mengakses berbagai layanan UT secara daring, memahami bentuk tugas pembelajaran, hingga praktik persiapan dan pengerjaan tugas. Kegiatan juga dilengkapi simulasi pelaksanaan ujian online serta evaluasi kegiatan.

Direktur UT Kupang menegaskan bahwa kondisi geografis dan situasi kebencanaan tidak boleh menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk memperoleh layanan pendidikan. Pemanfaatan teknologi pembelajaran jarak jauh menjadi salah satu kekuatan UT dalam memastikan proses pendampingan dan pembekalan mahasiswa tetap dapat berlangsung secara fleksibel dan berkesinambungan.

Menurutnya, LPKBJJ memiliki posisi penting dalam membangun kesiapan mahasiswa sejak awal perkuliahan. Mahasiswa baru tidak hanya perlu memahami sistem akademik UT, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengatur waktu, belajar secara mandiri, memanfaatkan layanan digital, menyelesaikan tugas, serta mempersiapkan diri menghadapi ujian.

Pelaksanaan LPKBJJ daring Kabupaten Alor berlangsung dengan lancar hingga pukul 17.00 WITA. Meskipun tingkat kehadiran mahasiswa baru masih menjadi tantangan, kegiatan ini menunjukkan komitmen UT Kupang untuk tetap memberikan layanan akademik kepada mahasiswa di tengah kondisi yang tidak memungkinkan pelaksanaan secara tatap muka. Melalui pelaksanaan LPKBJJ tersebut, UT Kupang berharap mahasiswa baru Kabupaten Alor semakin siap menjalani proses pembelajaran jarak jauh, mampu memanfaatkan berbagai layanan akademik secara optimal, serta memiliki kemandirian dan disiplin belajar sebagai modal utama untuk menyelesaikan pendidikan di Universitas Terbuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *