
Kupang — Dalam upaya mewujudkan pemerataan pendidikan di Indonesia bagian timur, Universitas Terbuka (UT) Kupang terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang inklusif. Melalui sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan penggunaan platform digital, UT Kupang kini mampu menjangkau mahasiswa hingga ke daerah-daerah terpencil di seluruh provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala UT Kupang, Drs. Yohanes Neno, mengungkapkan bahwa tantangan utama pendidikan di NTT adalah faktor geografis. Banyak daerah di NTT terdiri dari pulau-pulau kecil yang sulit dijangkau. Namun, berkat sistem daring UT, kini masyarakat di wilayah seperti Alor, Rote, Sumba, dan Lembata tetap dapat kuliah tanpa harus meninggalkan daerah asal.
“Kami ingin memastikan tidak ada warga NTT yang tertinggal dalam hal pendidikan tinggi. UT Kupang hadir untuk membuka jalan bagi siapa pun yang ingin belajar, kapan pun, dan di mana pun,” kata Yohanes.
Selain program sarjana dan pascasarjana, UT Kupang juga aktif melakukan pendampingan belajar, bimbingan akademik, dan pelatihan digital bagi mahasiswa di berbagai daerah. Dengan dukungan teknologi dan tutor profesional, UT Kupang membuktikan bahwa jarak bukan lagi penghalang untuk mendapatkan pendidikan bermutu.
Kehadiran UT Kupang di pelosok NTT juga membantu pemerintah daerah dalam mempercepat peningkatan indeks pendidikan dan kualitas SDM lokal. Program ini selaras dengan visi nasional “Pendidikan untuk Semua” yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi